Cara Setting Sound System Masjid agar Suara Adzan Kencang


Saya sering mendapat pertanyaan, bagaimana caranya agar suara adzan bisa keras terdengar ? 

Berbagai usaha yang sering dilakukan pengurus Masjid / Mushola agar suara adzannya menjadi lebih keras yaitu dengan mengganti amplifier dengan daya besar, atau menambah volume amplifier sekeras-kerasnya tanpa mengabaikan tanda peringatan yang ada di amplifier.


Tapi usahanya belum berhasil.  bahkan yang terjadi spulnya sering putus.  Kenapa ???

Untuk menjawabnya, berikut ulasan yang dapat saya sampaikan agar bisa menambah wawasan bagi pengurus mushola / Masjid agar langkah yang diambil menjadi tepat sasaran, bukan coba-coba yang menghambur-hamburkan uang kas masjid / mushola.

1. Mengganti amplifier dengan daya lebih besar.

     Cara ini ampuh bila memang ternyata setelah dikalkulasi ulang daya total speaker TOA lebih besar dibandingkan daya amplifier.  Misal : speaker TOA  ( saya sebut speaker TOA saja untuk menggantikan horn speaker, karena lebih dikenal orang..red),  yang terpasang berjumlah 3 buah, amplifier yang dipakai dayanya 60 watt.
Dengan kondisi seperti ini sudah dapat dipastikan, suara adzan tidak akan keras, dan bahkan suaranya agak pecah bila volume dipaksakan.

3 buah speaker TOA mempunyai daya total 25 watt x 3 bh = 75 watt. Agar suaranya keras maka daya amplifier harus minimal 75 watt atau lebih.  Jadi sangat tepat bila amplifier diganti dengan daya yang lebih besar, misal dengan amplifier 120 watt.

    Tapi dengan cara mengganti amplifier dengan daya besar tidak akan berhasil dan bahkan menyebabkan spul rusak / terbakar bila speaker TOA bukan tipe high impedan (tanpa trafo matching didalamnya: ZH-5025B atau ZH-5025BB).  Kenapa ?  karena dengan mengganti amplifier yang lebih besar, dari kebutuhannya maka semua daya amplifier akan masuk ke speaker TOA yang mengakibatkan spul terbakar.  Hal ini disebabkan, speaker TOA tanpa trafo matching didalamnya, tidak ada pembatas daya, berapapun daya yang diterima semuanya di teruskan ke spul akibatnya spul tidak kat menahan daya besar dan akhirnya terbakar/putus.

Sumber Gambar: www.selyaproduct.com
 
Bila speaker TOA ada matching trafonya didalamnya ( tipe High Impedance : ZH-5025BM), maka penggantian daya tidak berpengaruh banyak, ada kenaikan tapi tidak banyak terasa perubahannya. Kenapa ?
Karena daya yang dikeluarkan oleh amplifier sebesar apapun oleh matching trafo akan dibatasi sesuai kebutuhan dari spulnya saja. Meskipun amplifiernya 240 watt, maka daya yang dilewatkan oleh matching trafo akan tetap sebesar 25 watt saja.
Jadi artinya penggantian daya besar untuk speaker TOA yang ada matching trafonya didalamnya tidak berpengaruh pada hasil suara yang dihasilkan.

2. Menaikkan volume amplifier
    Cara ini memang berpengaruh pada hasil output suara yang dihasilkan, tapi bila berlebihan dengan lampu indikator PEAK yang nyala merah terus, maka siap-siap segera mengganti spul speaker TOA anda.  Kenapa ?
Karena bila lampu PEAK menyala itu menandakan suara dalam keadaan distorsi / cacat, dengan suara yang cacat maka getaran spul menjadi tidak terarah. 

Harusnya getaran spul keatas-kebawah, karena sinyalnya cacat maka getaran spul akan kesegala arah. Bisa bergetar ke samping kiri atau kanan. Bila ini terus berlangsung lama dan sangat kuat getarannya maka spul akan menyentuh plate besi magnet yang ada di pinggir spul, akibatnya timbul gesekan-gesekan antara spul dengan plat besi tadi.  Yang pada akhirnya gulungan kawat di spul terkelupas yang menyebabkan short dan akhirnya terbakar.

    Standar setting suara yang diperbolehkan yaitu lampu indikator PEAK nyala kedip-kedip saja, sesekali saja berkedipnya, ini masih normal.
Jadi cara menaikkan volume secara ekstrim tidaklah efektif dan juga tidak dibenarkan, karena dapat menjadikan spul rusak.

3. Mengganti Speaker TOA lama 25 watt --> 50 watt (ZH-652M)
    Salah satu cara yang efektif yaitu mengganti speaker TOA yang 25 watt  (ZH-5025BM)  --> dengan speaker TOA dengan daya yang lebih besar yaitu 50 watt (tipe ZH-652M ). Dengan daya yang 2 x lipat ini bisa menambah jangkauan suara sampai 1,5 x nya lebih.
Kelemahannya : daerah sekitar masjid akan merasa berisik, karena suaranya juga akan lebih keras dari sebelumnya.  Kecuali bila dipasang di menara masjid yang tinggi, tidak begitu mengganggu warga sekitar.

Setelah mengganti speaker TOA menjadi 50 watt, hal yang harus diperhatikan yaitu kemampuan dari amplifiernya.  Bila daya amplifier dibawah total daya speaker maka harus diganti juga.
Misal, speaker TOA yang terpasang 4 bh x 50 watt = 200 watt,  maka amplifier yang sesuai yaitu yang mempunyai daya keluaran 240 watt ( tipe ZA-2240 ).

Kabel speaker juga perlu diperhatikan, bila kabel yang dipakai terlalu kecil, mak perlu diganti dengan yang lebih besar.  Standar untuk pemakaian daya 200 watt diperlukan kabel dengan ukuran 2 x 1,5.  atau bisa saja menggunakan kabel 2 x 0.75 tapi kabel di tarik 2 kabel dari atas ke ampli.  Jadi 1 kabel melayani 2 speaker TOA.
Dengan kabel yang sesuai, daya dari amplifier semuanya mengalir ke speaker TOA tanpa adanya hambatan dari kabel speaker.

4. Menambah jumlah speaker TOA
    Cara lain yaitu menambah jumlah speaker yang terpasang. 
Ada 2 cara menyusun tambahan speaker TOA :
a.  Speaker TOA ditambahakan disebelahnya.
     Bila penambahan disebelahnya dengan arah yang berbeda maka jangkauan suara yang dihasilkan tetap, tapi arah penyebaran suara bertambah luas. Yang tadinya daerah sekitar masjid suaranya kecil saat adzan, karena tidak lurus dengan speaker TOA maka dengan adanya penambahan speaker ini dia mendapatkan suara yang langsung dari speakr TOA, sehingga terdengar suara adzan lebih keras.
b. Speaker TOA ditambahkan berjajar ke bawah.
    Bila penambahan speaker TOA di letakkan sejajar dg speaker lama ( di jajar ke bawah ), maka jangkauan suara yang dihasilkan menjadi 1,5 x nya dari sebelumnya. dan daerah penyebaran ke samping kiri dan kanan juga menjadi lebih luas.

Jadi kalau melihat kelebihan dari kedua cara cara menyusun penambahan speaker TOA, kita bisa menyimpulkan, bila di inginkan jangkauan suara lebih jauh dan daerah penyebaran suara lebih luas, maka tambahan speaker TOA di susun ke bawah.

Dan Yang perlu diperhatikan, kemampuan amplifier juga harus di lihat lagi, apakah masih mampu untuk mendorong speaker TOA dengan jumlah banyak ? Bila dayanya kurang maka amplifier harus diganti dengan yang lebih besar juga.
Perhatikan perbedaan daerah penyebaran dan jangkauan suara dari speaker TOA.

Cara Setting Sound System Masjid dan Mushola

Berikut beberapa contoh aplikasi / penerapan pemilihan amplifier dan speaker, serta microphone untuk masjid/mushola yang bisa di jadikan referensi.
1. Mushola ukuran 6 m x 6 m

Untuk mushola dengan ukuran 6 m x 6 m , yang paling sederhana speaker dalam menggunaka wall speaker tipe ZS-062 2 bh atau ZS-678 2bh ( dipasang di depan, pojok kiri-kanan ), dan speaker atas 1 bh speaker TOA ZH-5025BM. Amplifier bisa menggunakan tipe ZA-230W atau ZA-2030 (semua dayanya 30 watt, hanya beda fasilitas dan penampilan). Lihat gambar dawah ini.








>Untuk pemakaian speaker TOA atas 2 bh, maka amplifier mesti pakai amplifier ZA-2060 (daya 60watt)

>Untuk pemakaian 3-4 bh speaker TOA , amplifier mesti pakai tipe ZA-2120 ( daya 120 watt)

>Untuk mic adzan/imam bisa saja digantikan dengan mic wireless, menggunakan tipe merk TOA WS-5200 (genggam)/WS-5300(jepit/clip on) atau mic wireless tipe SHURE LX-88III ( 2 mic genggam-1 receiver ) atau mic wireless Bismarck BM-889 ( 1 genggam + 1 jepit/clip on ).

>Untuk mic mimbar juga bisa menggunakan mic biasa tipe ZM-420 / ZM-520, tapi sebaiknya menggunakan desk mic seperti di blok diagram diatas yang memiliki kepekaan lebih tinggi dan pas untuk di mimbar, kecil dan elegant. Desk mic paling murah dengan mic condenser bisa pakai Krezt K-501 atau tipe BM-301. Kalau yang lebih bagus bisa pakai tipe CM-15P (panjang 37cm ) atau CM-20P ( panjang 50 cm ). Dimana kedua tipe tersebut memang khusus untuk mic mimbar/podium dengan tegangan sistim pantom, sehingga tidak perlu mengganti batterai. Amplifier TOA / mixer sudah menyediakan fasilitas ini. Selain goose nect yang flexible, band frekuensi yang lebar dan low feedback.

> Saklar speaker diperlukan bila dibutuhkan suara atas saja saat adzan atau suara dalam saja untuk acara pengajian didalam mushola, agar tidak mengganggu masyarakat sekitar, karena tidak semua orang (meskipun muslim) yang senang mendengarkan pengajian setiap hari / ceramah agama, khususnya isi ceramah agama yang dapat menyinggung agama lain.

2. Ukuran Mushola 8 m x 8 m

>Untuk ruangan yang sedikit lebih lebar, misal 8m x 8m, bisa menggunakan bisa menggunakan wall speaker tipe ZS-1030B ( warna hitam), daya 30 watt.

Agar tidak feedback/mencuit, set daya input wall speaker sampai diperoleh suara yang pas (bisa diset 15 watt atau 10 watt --> pilihan daya input speaker ada dibelakang box speaker). Dengan bertambahnya daya speaker dalam, maka amplifier mesti di ganti juga agar suara yang dihasilkan optimal.

Dibawah ini diberikan blok diagram dengan 2 bh speaker atas tipe ZH-5025BM dan 2 bh speaker dalamZS-1030B







Untuk penggunaan speaker TOA atas lebih dari 2 ( misal 4 bh ), maka perlu perubahan setting daya speaker ZS-1030B, dari 15 watt --> dirubah ke 10 watt, agar suara tetap optimal.
Dengan dirubahnya daya ZS-1030Bmenjadi 10 watt maka total daya akan tetap 120 watt --> ZH-5025BM (4 x 25w) + ZS-1030B (2 x 10 w) = 120 watt.


3. Masjid dengan ukuran 15 M x 15 M

Untuk masjid dengan ukuran 15 m x 15 m, minimal diperlukan speaker dalam 4 buah. 2 buah di depan kiri-kanan ( +/- 2 meter dari pojokan ), dan 2 buah lagi di dinding kiri-kanan ( pertengahan ).

Speaker yang digunakan bisa menggunakan ZS-1030B semua atau ZS-F2000BM semua. Atau bisa juga kombinasi, depan pakai ZS-F2000BM dan samping kiri-kanan pakaiZS-1030B , sehingga suara bass lebih mantabs saat khotib ceramah.

Kalau ZS-1030B semua --> suara tetap jelas, hanya suara low kurang ( agak garing / kering kata orang jawa ).
Kalau full ZS-F2000BM , pastinya suaranya lebih mantab, bass-treble merata, sehingga suara terkesan lebih empuk / lembut dan nyaman di dengar.
Satu hal lagi, ZS-F2000BM mempunyai keunggulan yaitu low feedback, jadi dengan suara yang keras tapi tidak menimbulkan howling/mencuit/fedback.
Untuk pemakaian ZS-1030B semua / ZS-F2000BM semua / kombinasi --> sistimnya berbeda-beda.

Berikut ini blok diagram untuk penggunaan speaker ZS-1030B semuanya.








Untuk penggunaan ZS-F2000BM, agar daya amplifier ZA-2240 mencukupi, maka daya ZS-F2000BM perlu diturunkan, dari 60 watt --> disetting ke 30 watt (dibelakang speaker ada switch rotary untuk menurunkan daya speaker )


Begitu juga untuk kombinasi, ZS-F2000BM 2bh di depan dan ZS-1030B2bh samping kiri-kanan, ZS-F2000BM perlu di turunkan dayanya dari 60 watt --> menjadi 30 watt.

Untuk amplifier bisa diganti dengan tipe ZA-2128MW, dimana daya outputnya 2 x 120 watt ( stereo ), dengan jumlah input mic 6 buah, dan 2 aux. Setiap output ada volume master, sehingga bsia dikontrol masing-masing.

Amplifier ini mempunyai kelebihan, yaitu setiap input micnya ada kontrol bass dan treble, sehingga persis seperti mixer system. Dan ada juga fasilitas echo ( hanya di mic 1 ) bila diperlukan untuk menambah kehalusan suara.

Selain itu, di mic 2 dan 3, bisa di ganti dengan mic wireless bila di inginkan. Tinggal beli mic wireless set dengan tunernya, kemudian tunernya dipasang pada tempat yang telah disediakan maka mic 2 dan 3 berubah menjadi mic wireless.

Berikut blok diagramnya dengan menggunakan amplifier ZA-2128MW.












Perlu diperhatikan :
Hati-hati dengan setting suara mic adzan. Volume control suara bass jangan terlalu besar, setting maksimum 1/2 atau 1/4 saja, agar horn speaker / speaker corong tidak mudah putus/rusak.


Untuk amplifier ZA-2128MW, bisa diganti dengan 2 buah amplifier ZA-2120, daya 120 watt. Seperti dibawah ini.







Yang perlu diperhatikan yaitu saat setting. Pertama setting amplifier 1, sampai diperoleh suara dalam secukupnya. Setelah selesai baru setting amplifier ke 2. Buka volume aux 1 sampai lampu led peak warna merah menyala kedip-kedip. Jaga jangan sampai nyala terus, karena dapat menyebabkan amplifier rusak / speaker terbakar.

Pada beberapa masjid, untuk mic adzan ditempat di amplifier ke 2, sehingga saat adzan, hanya suara atas saja yang hidup, sedangkan saat kutbah jum'at dalam dan atas hidup. Dengan saklar speaker, bisa saja saat kutbah speaker atas di matikan.

Bila di inginkan speaker atas hidup saat adzan saja, maka sambungan dari amplifier 1 ke amplifier 2 dilepas saja. Sehingga saat kutbah jum'at hanya speaker dalam saja yang hidup, dan adzan hanya speaker atas saja yang hidup.

Berikut blok diagramnya.







Untuk kebutuhan mic yang banyak, bisa saja di kombinasi dengan mixer, mulai dari 6 channel, 12 channel, 18 channel, dll.

Karena banyak tombol dan fungsi yang rumit, maka diperlukan operator yang memang benar-benar mengerti akan fungsi-fungsi tombol/knob dari mixer agar settingnya maksimal.

Penambahan mic bisa berupa mic kabel atau mic wireless dengan berbagai tipe (genggam / jepit), bisa merk TOA atau merk senheiser, AIWA dan lain-lain.
Mic wireless diperlukan untuk kegiatan ceramah agama, kajian kitab, dimana didalamnya ada session tanya jawab yang ribet bila pakai mic kabel. Mic wireless lebih efisien dan praktis.

Berikut contoh blok diagram yang dikombinasi dengan mixer dan mic wireless.






Untuk ruangan lebih besar, tinggal tambah speaker dan tentunya amplifier harus diganti yang lebih besar atau jumlah amplifier di tambah.
Sebagai dasar --> bahwa daya speaker yang terpasang totalnya tidak boleh melebihi total daya output amplifier.

Berikut contoh blok diagram sound system yang lebih lengkap.





Dalam blok diagram diatas...menggunakan Equaliser sebelum masuk ke amplifier.Tujuannya yaitu untuk kontrol suara lebih bagus, mulai dari kontrol suara bass/rendah, midle/tengah dan tinggi. Selain itu, dengan equaliser suara dengung/feedback bisa di eliminir/dihilangkan. Untuk tujuan ini yaitu equalizer sebagai penghilang suara dengung atau feedback akan dibahas lebih lanjut pada artikel berikutya.

Demikian yang dapat disampaikan, semoga bisa dipakai untuk referensi pembenahan sound system mushola atau masjid.

Kualitas sound system, bukan sekedar mahal tapi penataan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan dan setting peralatan dengan pemahaman operator yang mengerti yang dapat menjadikan sound system berkualitas.

Semoga Bermanfaat
Instalasi Sound System Masjid Ukuran 25x25 Meter

Instalasi Sound System Masjid Ukuran 25x25 Meter

Dalam artikel sebelumnya, sudah pernah disampaikan beberapa blok diagram sound system dengan ukuran mushola atau masjid yang berbeda-beda. Kali ini akan ditampilkan contoh aplikasi sound system untuk masjid ukuran 25 x 25 meter seperti yang ditanyakan saudara Endi Sunandi dengan menggunakan beberapa perangkat suara yang lebih komplit ( professional ).






















Pada blok diatas, terbagi dalam 2 blok :
1. Blok pertama --> untuk sound system dalam masjid
2. Blok ke dua --> untuk sound system adzan

Penggunaan Array speaker Z-5BHX, untuk mendapatkan suara yang lebih dominan dari depan.  Dengan penyebaran suara yang dimiliki Z-5BHX, maka suara lebih merata dan menghindari efect feedback dan gema, khususnya untuk ruangan yang plafonnya tinggi.

Untuk mimbar bisa juga menggunakan mic podium (goose nect mic )  tipe CM-15P ( tinggi 37,5cm ) atau CM-20P ( tinggi 50cm ), selain memiliki kepakaan sensitifitas yang tinggi, juga di operasikan dengan tegangan phantom yang dapat diperoleh dari mixer. Keuntungannya, tidak boros ganti-ganti batterai.

Mic imam, bisa juga menggunakan mic jepit khusus merk TOA dengan kualitas sangat baik tipe WS-5300  atau yang tipe headset  WS-5300H.  dan mic genggamnya tipe WS-5200.
Merk selain TOA juga bisa pakai mic jepit merk SHURE tipe PGX-14E, yang headset juga ada dg tipe yang sama PGX-14E.  Mic genggam bisa menggunakan merk SHURE juga tipe LX-88III, dengan 2 mic genggam.

Bila saat kutbah di inginkan masuk ke speaker atas ( horn speaker / corong ),  maka bisa menggunakan output monitor dari mixer ke input aux 1 atau 2 dari amplifier  adzan.
Hati-hati, karena suara bass dari mixer dapat merusak horn speaker. Agar aman, bisa dipasang alat pengaman dari output amplifier ke horn speaker.

Untuk mendapatkan kualitas yang baik, setting Equalizer DBX-231S terlebih dahulu dengan menggunakan spectrum analyser, kemudian aktifkan feedback detroyer FBQ-1000.

Berikut titik penempatan speaker


Titik penempatan speaker pada ukuran masjid 20 x 20 M
Alternatif lain, dengan speaker ZS-F2000BM  semua.























Titik penempatan speakernya sebagai berikut :



Catatan :
> Untuk pertimbangan bila ukuran ruangan berbeda.  Jarak penempatan antara ZS-F2000BM  +/- 6-7 meter.
> Bisa juga dikombinasi dengan ZS-1030B daya 30 watt ( bila budget tidak mencukupi ), tetapi penempatan speaker lebih rapat  +/- 4-5 meter untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Semoga Bermanfaat

Instalasai Sound system masjid 4

Pernahkah Anda mendengar suara azan dari sebuah masjid yang memantul-mantul tidak karuan akibat terlalu banyak effect echo


Dengan penambahan efect echo mungkin kelihatan akan lebih keren tetapi kenyataannya suara yang dihasilkan justru tidak jelas sama sekali.

Kesimpulannya adalah 

Jangan pernah berpikir untuk memasang tambahan alat effect echo karena sudah dipastikan akan menghasilkan suara yang tidak enak di dengar. Bukankah suara azan dan pengumuman dari masjid tujuannya untuk dapat didengar baik oleh jamaah?

Yang perlu di perhatikan

Setelah semua peralatan terpasang dengan baik dan benar, hal yang perlu diperhatikan adalah operator yang sehari-hari mengoperasikannya. Karena tidak semua orang mempunyai pengalaman yang cukup dalam pengoperasian amplifier, maka langkah yang bijaksana adalah meletakkan semua amplifier, mixer kedalam satu rak yang terkunci sehingga orang yang akan mempergunakan tinggal tekan tomol ON/OFF saja.

Cukup sampai disini artikel Instalasi Sound System di Masjid, semoga bermanfaat.

Peralatan dan Instalasi Sound System Masjid 3

Orang kadang slah kaprah adalah memasang speaker tepat di pojok-pojok ruangan. 

Akibat dari penempatan yang demikian adalah pada posisi tepat didepan mimbar suara justru menjadi lemah dan pada posisi yang lain akan menimbulkan gema sehingga artikulasi dari suara khtib tidak dapat terbaca dengan jelas.

Untuk konfigurasi yang baik adalah :

  • Posisi speaker 1 kira-kira 3 meter ke kiri dari posisi imam khotib, speaker 2 3 meter ke arah kanan, sedangkan untuk posisi speaker 3 dan 4 adalah separuh dari jarak depan ke belakang.
  • untuk penempatan speaker horn yang perlu diperhatikan adalah arah dari "corong" nya jangan terlalu mengarahkan "corong'nya ke atas, tetapi sedikit diturunkan sudutnya ke arah bawah (dengan asumsi penempatan di atas masjid). 
  • Selain itu perlu diperhatikan juga arah depan dari "corong"-nya jangan sampai speaker horn ini berhadapan dengan tembok atau penghalang karena akan mengurangi jarak jangkauannya.
Demikian share dari saya berdasarkan pengalaman saya pribadi memasang sound system di masjid, dengan harapan bisa membantu Anda semua yang akan memasang atau memperbaiki sound system di masjid agar lebih baik demi syiar Islam, artikel selanjutnya akan saya share dalm postingan berikutnya.

Semoga Bermanfaat

Peralatan dan Instalasi Sound System Masjid 2

Setelah kita sudah memilih peralatan yang bagus, tetapi apabila dalam pemasangannya tidak mengikuti petunjuk teknis yang ada, maka hasil yang didapat tidak akan memusakan bahkan bisa menjadikan peralatan tersebut rusak.

Contohnya adalah pada pemasangan Amplifier TOA yang akan dipasangkan dengan speaker horn (speaker kukusan)

 Spesifikasi Alat
Amplifier TOA menyediakan output pada impedansi tinggi 330 ohm dan speaker horn (kukusan) TOA terdiri dari dua type yaitu yang low impedansi dan high impedansi, yang low impedansi adalah type TOA ZH-5025 B, untuk menyambung dengan amplifier TOA maka diperlukan travo macthing. Sedangkan type yang high impedansi adalah TOA ZH-5025 BM (ada tambahan huruf M. Untuk type ini apabila dihubungkan dengan amplifier TOA tinggal dicolokan begitu saja pada COM -100 V .

Yang perlu diingat adalah :

TIDAK BOLEH MENYAMBUNGKAN OUTPUT DARI AMPLIFIER TOA SECARA BERSAMAAN, contohnya adalah COM - 100 V untuk speaker kukusan kemudian COM- 4 ohm untuk speaker dalam. Mungkin tujuannya biar untuk menghemat peralatan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, tetapi tindakan itu adalah salah besar yang akan mengakibatkan amplifier menjadi terbakar

Semoga bermanfaat

Desain dan Peralatan Sound System Masjid 1

Dalam menata Sound System Masjid ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menentukan kualitas suara yang dihasilkan.

Rancangan Awal
Apabila kita akan memasang sound system di masjid, langkh awal yang harus kita lakukan adalah melakukan desain awal berdasarkan kenyataan di lapangan, maksudnya di masjid he hee, misalnya lebar masjid, model atap, dinding dan lantai.

Pemilihan Peralatan

Setelah kita mengetahui kebutuhan nyata dilapangan, langkah selanjutnya adalah menyediakkan peralatan yang sesui.

Untuk ukuran masjid 15m x 15 m kita memasang speaker dalam 4 buah.

Atau kita akan memasang 4 buah horn speaker (speaker kukusan) diatap masjid , maka yang kita perlukan adalah sebuah amplifier berdaya minimal 4 x 25 watt (daya speaker horn 25 watt) = 100 watt, boleh saja kita menggunakan Amplifier rakitan, tetapi yang harus diperhatikan adalah impedansi output dari amplifier rakitan kta (yang biasanya hanya 8 ohm) , harus matching dengan impedansi speaker horn yang terpasang dan harus diperhatikan pula apabila speaker lebih dari satu karena impedansinya juga akan menjadi lebih kesil


Lebih aman jika kita menggunakan hanya satu merk saja dari peralatan inti yang akan kita pasang. Karena antara satu peralatan dengan yang lainnya sudah di desain untuk bisa matching. Misalkan untuk amplifier dan speaker horn serta speaker dalam menggunakan merk TOA. Bukannya saya promosi tetapi berdasarkan pengalaman saya memasang amplifier rakitan dan saya pasangkan dengan speaker horn maupun speaker dalam dengan jumlah banyak, maka hasil yang didapat sangat jauh dari memuaskan. 

Semoga Bermanfaat

Back To Top